Saturday, July 29, 2006
Stopping by Woods on a snowy evening
His house is in the village though;
He will not see me stopping here
To watch his woods fill up with snow.
My little horse must think it queer
To stop without a farmhouse near
Between the woods and frozen lake
The darkest evening of the year.
He gives his harness bells a shake
To ask if there is some mistake.
The only other sound's the sweep
Of easy wind and downy flake.
The woods are lovely, dark and deep.
But I have promises to keep,
And miles to go before I sleep,
And miles to go before I sleep.
by. Robert Forst
Friday, July 28, 2006
Menikah=Lari Marathon
Yap, menikah adalah proses yang panjang. maksud saya, bila berbicara menikah, umumnya berarti bicara soal kebersamaan dalam periode yang tidak sebentar. Seperti halnya lari marathon yang memerlukan kesiapan fisik dan mental sebelum mengikutinya, begitu pula dengan pranata bernama pernikahan. Untuk berlari, diperlukan sepatu olahraga yang nyaman, bukan stiletto yang indah. Jadi, sepatu stiletto yang bagus dan mahal sekalipun tidak akan bisa dibawa lari marathon. Bila kita sudah bisa menemukan sepatu kets yang nyaman dipakai pun ternyata kita masih harus tetap mempertimbangkan warnanya. Karena di kala berlari yang jauh, kita pasti akan melihat sepatu kita setiap saat. Warnapun harus memang yang kita suka.
Sudah beberapa kali saya menemukan perempuan menikah yang merasa salah memilih pasangan hidupnya. Mereka mungkin seperti stiletto mahal dan anggun itu, yang seringkali membuat kita jatuh cinta pada pandangan pertama, atau jatuh cinta sesaat, namun ternyata sangat menyakitkan ketika dipakai berlari. Memang kadang sulit jadi perempuan, ketika sudah tua sedikit saja pasti tidak bisa menghindar dari pertanyaan kapan nikahnya? atau ko belum nikah? Dan karena ingin menyenangkan orang tua, sudah kebelet pengen nikah atau malas dicap perawan tua, perempuan seringkali asal pilih saja. Istilahnya, seperti memilih kucing dalam karung.
Seperti halnya teman saya.. Sebentar lagi dia akan menikah. Sekilas, saya lihat dia cinta bener ama calonnya. Namun katanya, dia memilih dia karena dia memberikan kepastian dan keluarga suka sama dia. Ketika saya tanya, apakah dia nyaman dengan calonnya, tersirat ko dia mengatakan tidak sepenuhnya. Hm.. kepastian, perempuan tampaknya memang butuh itu. Banyak perempuan yang memilih pria yang tidak terlalu dicintainya tapi memberikan kepastian, daripada yang benar-benar dia cintai namun tidak memberikan kepastian. Halah..
Intinya, perempuan harus benar-benar tahu apa yang dia butuhkan dari seorang pria. Perempuan harus benar-benar bahagia dan merdeka seorang diri sebelum masuk ke jenjang pernikahan. Karena pernikahan tidak menentukan bahagia tidaknya seseorang, karena pernikahan bukanlah akhir dari perjalanan. Itu hanya awal dari lari marathon yang panjang dan akan menjadi amat menyakitkan jika tidak mendapat sepatu yang pas dari awalnya.
Maka, mari mencari sepatu kets nyaman yang kita suka warnanya, jangan membeli stiletto hitam mewah anggun bila ingin lari marathon.
Tabik..
Saturday, July 22, 2006
Siapakah yang disebut Israel itu?
Prof. Dr. Musthafa Rajab
Masyarakat Israel adalah sekelompok masyarakat yangmenyimpan banyak konflik. Mereka adalah keturunan Yahudi yang beranakpinak sangat banyak yang tersebar di seluruh pelosok negeri. Karenaitu mereka memiliki ciri kebudayaan yang beragam tergantung darimanapenduduk itu berasal. Perbedaan etnis juga mereka pertahankan, baikantar Yahudi (bangsa Israel) sendiri atau dengan bangsa selain Yahudi.
Di antara ciri masyarakat Israel adalah sebagai berikut:
1. Mereka adalah percampuran masyarakat yang sangat beragam darisegi tatanan sosialnya. Artinya antar indifidu Israel mereka tidaksejenis. Karena mereka adalah percampuran dari akar keturunan,kebudayaan, kecenderungan, tradisi yang berbeda-beda. Karena itutujuan sosial mereka sangat beragam.
2. Mereka adalah masyarakat Yahudi tapi penduduk negara asliadalah Arab. Ini tatanan sosial yang lebih merumitkan.
3. Mayoritas Yahudi yang berada di Palestina bukan berasal dariakar yang sama. Mereka berbeda tergantung dari mana mereka berasalatau dari negara asal mereka. Penduduk Arab di sana adalah minoritasyang menetap di kampung halaman mereka sejak tahun 1948.
4. Yahudi Israel terdiri dari dua kelompok besar yang jumlahnyahampir sebanding. Namun status sosial mereka berbeda dalam masyarakatIsrael. tergantung asal negara dan watak pekerjaan (profesi mereka).
a. Kelompok pertama: Yahudi Barat atau lebih dikenal dengan"Esykanzim" mereka eksosdus dari negara-negara Eropa atau Amerika.kebanyakan mereka hidup di kota-kota Israel dan negara-negara teluk.Secara kebudayaan dan sosial mereka dianggap memiliki status sosialtinggi dengan menduduki jabatan dan instansi penting di pemerintahIsrael.
b. Kelompok kedua: Yahudi Timur yang terkenal dengan "Savardim"mereka eksodus ke Palestina dari negara-negara Asia dan Afrika.Kebanyakan mereka hidup di kota-kota kecil Israel, wilayah pedesaan.Dalam kehidupan keagamaan dan budaya, mereka berkembang. Di manamereka melakukan pekerjaan profesi sederhana.
Kelompok terakhir ini tidak memiliki banyak kelebihan keistimewaandibanding dengan kelompok pertama. Mereka tidak menikmati jabatanpenting di pemerintahan melainkan hanya sedikit, terutama di "kursi" Kanneset Israel.
Pada akhir tahun 1976 angka Yahudi Timur mencapai 46,2% darikeseluruhan penduduk Israel di Palestina jika dibandingkan antaragenerai eksodus yang saat itu dengan saat sebelumnya. Pemuda YahudiTimur dengan usia di bawah usia 20 jumlahnya mencapai 52,4%. Padahaleksodus Yahudi Timur ke Palestina menurun sejak tahuan 1970 dimanayang berasal Uni Soviet paling banyak. Sementara jumlah pemuda IsraelTimur mencapai 99% yang belum menginjak usia 20 tahun dan yang sudahmencapai usia balig jumlah 615.600 dan mereka dilahirkan di Israel.
Ada kelompok Yahudi lainnya yang jga hidup di Israel baik yangmemiliki asal keturunan barat atau timur. Mereka disebut dengan "JabalShabra". Generasi Israel ini adalah Yahudi yang lahir di wilayahnegara Arab Palestina. mereka berbeda dengan ayah mereka dari segiasal, etnis, tradisi, budaya, dan bahkan ideologi sekalipun.
Adapun percampuran Arab Palestina – Israel jumlahnya sangat sedikit.Mereka dilihat pejabat Israel sebagai warga negara kedua. Mereka adayang memeluk islam dan kristen.
Dari penjelasan tersebut, bisa kita katakan; masyarakat Israel hidupdalam kondisi tidak sejenis, tidak satu solidaritas. Bahkan akarperbedaan dan perpecahan sangat rentan mengancam. Para eksodus Yahudiberasal dari lebih 50 negara.
Di samping itu, ada kesenjangan sosial ekonomi antara dua kelompokYahudi "Esykanzim" dan Yahudi Syavardem bahkan perselisihan antaraYahudi yang sudah lebih dulu tinggal di Palestina dengan Yahudi yangbaru datang.
Kira-kira 40% ada Yahudi Atsubi dari Valasha yang tidak memiliki keahlian bekerja. Di tambah lagi mereka terlambat untuk memperolehtempat tinggal layak di Palestina serta keterlambatan bantuan bagimereka. Ini yang akhirnya mendoongmerekamelakukan aksi unjuk rasa.Ujungnya terjadi persengketaan sengit antar kelompok Yahudi Soviet danYahudi Valasha.
5. Ciri-ciri Ekonomi Israel:
- Ekonomi Israel adalah ekonomi kecil bentuknya, jika dibandingkandengan jumlah penduduknya. Pada laporan 1979 penduduk Israel mencapai3,8 juta. Ada akhir tahun 1980 penduduk bertambah menjadi 3,9 juta. Jumlah tersebut sebenarnya tidak cukup untuk membentuk sistem ekonomiuntuk mewujudkan proyek-proyek ekonomi yang produktif. Karenanya kaidahnya mereka pasti membutuhkan bantuan. Misalnya, bantuan untuk proyek-proyek industri lebih dari 40% dari jumlah keseluruhan nilai produksi di bidang indutri.
- Ekonomi Israel adalah ekonomi aneh di Timur Tengah. Sebab hanya 6% dari perdagangan ekspor Israel yang bekerja sama dengan negara-negaraTimur Tengah. Dan di bawah 1% dari impornya dari Iran. Sementara itu,secara beruntun terjadi peningkatan hingga 66%, 75% dalam perdagangandengan Barat Eropa dan Amerika Utara. Ini yang menyebabkan biaya ekonomi menjadi melambung.
- Secara umum dari sisi sumber alamnya, Israel termasuk negara yangmiskin, Terutama sumber SDM. Ini disebabkan oleh konsentrasi merekakepada bidang pertanian, karena terkait dengan faktor ideologi.
- Ekonomi Israel bersifat "pendudukan dan penanaman modal" ataudengan mengimpor manusia dan dana dari luar. Ini bisa kita lihat dalamdeklarasi pendirian Yahudi pada tahun 1948 yang jumlah penduduknyasaat iu kurang dari 1 juta. Kemudian pada tahun 1950 keluarlahundang-undang "kembali" (Israel kembali ke Palestina, menurutkeyakinan mereka). Dengan keluarnya keputusan ini maka terjadi eksodusbesar-besar warga Yahudi ke Palestina dengan dalih karena takuttekanan dan penghancuran dan kaum Nazi.
Sementara "impor" dana dari luar berjumlah sangat besar terutama dariAmerika. jumlah total utang luar negeri Israel pada pertengahan tahun1992 mencapai 24,5 Milyar USD atau meningkat hingga 88 dolar daritahun sebelumnya. Ditambah lagi jaminan utang Israel di Amerikamencapai puluhan miliyar dolar setip tahun dan dari Jerman mencapaipuluhan milyar Mark Jerman. (harian Al Syarq Al Qothoriah, edisi02/07/2003)
(tiermiz)
Saturday, July 15, 2006
Zizou
JIKA huruf Arab yang mengeja namanya di-Latin-kan dengan lafal Inggris, ia adalah Zîn ad-Dîn. Di Indonesia ia akan dipanggil Zainuddin. Konon itu berarti "ornamen iman".
Orang tuanya datang dari Dusun Taguemoune, di bukit-bukit Aljazair yang jauh. Seperti banyak orang dari wilayah Afrika yang dilecut niat memperbaiki nasib, Smaïl Zidane, si ayah, pergi merantau ke Paris. Tapi kemiskinan tetap menggilas, dan ia pindah ke Marseille, di selatan, sebuah kota yang tak teramat jauh dari negeri asal.
Pada pertengahan 1960-an itu, Smaïl bekerja sebagai petugas gudang, sering dalam giliran malam. Ia ingat Zainuddin mudah bermimpi buruk bila si bapak tak pulang. Sebab itu pada waktu senggangnya ia penuhkan perhatian bagi anak yang lembut hati yang dipanggilnya Yazid atau "Yaz" itu.
Ketika Zidane muda sudah jadi pemain bola termasyhur, dan seluruh Prancis mengelu-elukannya sebagai pahlawan, dan para pengagumnya memanggilnya "Zizou", bukan "Yaz", ia tak melupakan apa yang diberikan ayahnya. "Saya mendapatkan semangat dari dia," katanya. "Ayahlah yang mengajari kami bahwa seorang imigran harus bekerja dua kali lipat kerasnya jika dibandingkan dengan orang lain--dan tak boleh menyerah."
Daerah La Castellane, di bagian utara Kota Marseille, tempat Zainuddin Zidane dibesarkan, tempat ia bermain bola di lapangan Place de la Tartane, bukanlah wilayah yang ramah. Orang menyebutnya sebagai quartier difficile, perkampungan sulit. Di tepi jalan yang berdebu itu, di deretan perumahan kotak-kotak itu, hidup si muslim, si miskin, si minoritas, yang akhir-akhir ini merisaukan Prancis: beban, ancaman, atau bantuankah mereka?
Dalam hal itu "Zizou" mau tak mau memikul sebuah pertanyaan--meskipun kita
tak tahu sadarkah ia akan hal itu.
Ketika Prancis keluar sebagai kampiun Piala Dunia 1998, sebuah perayaan spontan meluap di Paris: satu setengah juta manusia berderet di Champs Elysees. Sebuah potret besar Zidane, pencetak gol yang menjadikan negerinya sang juara, diproyeksikan di Arc de Triomphe. Ribuan orang berseru, tiba-tiba, "Zidane! Président!"
Zainuddin, keturunan minoritas yang disebut les beurs, serta-merta jadi sebuah ikon bagi sebuah bangsa yang sering disebut "paling rasialis" di Eropa.
Agaknya Piala Dunia sebuah simptom: kompetisi itu adalah ekspresi nasionalisme dalam demamnya yang tak berbahaya. Juga nasionalisme yang tak sama dengan rasialisme. Eropa pernah melahirkan Naziisme, tapi ada sesuatu yang sering diabaikan: nasionalisme punya kemampuan untuk melupakan.
Prancis semenjak revolusi pada abad ke-18 merupakan contohnya. Dari pengalaman itu pada abad ke-19 Ernest Renan mengemukakan pentingnya "lupa" dalam membentuk bangsa: sebuah "nasion" terjadi ketika ikatan kedaerahan, rasial, dan keagamaan tak lagi diingat-ingat. Telah tumbuh hasrat untuk berbareng (le désir de l'être ensemble) di antara anasir yang berbeda-beda. Sebuah kebersamaan pun terbangun.
Zidane menerima dan diterima oleh kebersamaan itu--yang bernama "Prancis"--ketika ada kehendak "melupakan" ikatannya dengan sesuatu yang bukan "Prancis". Juga di lapangan hijau itu: "Prancis" hadir bukan cuma pada warna kaus yang seragam, tapi juga pada agresivitas Zidane yang melupakan diri bahwa ia seorang pemain Real Madrid--seperti halnya lawannya hari itu, Ronaldo dari Brasil.
Demikianlah identitas "Prancis" berkibar dari lupa dan benturan. Kompetisi Piala Dunia memang metafora yang bagus tentang antagonisme, di mana perbedaan yang mutlak tak pernah ada. Sebuah pertandingan selalu mengasumsikan semacam persamaan: tak ada pihak yang 100 persen ganjil bagi
pihak lain. Yang terjadi adalah ada yang menang, ada yang kalah.
Sebagaimana dalam kehidupan: ada antagonisme dalam tiap kebersamaan, dan si menang naik, si kalah turun. Kesetaraan yang penuh tak bisa tercapai; tiap angka 0-0 akan diselesaikan dengan tendangan penalti. Tapi dorongan ke arah kesetaraan akhirnya tak dapat dielakkan, dan argumen untuk mengekalkan perbedaan akan terguncang. "Kami berasal dari sebuah keluarga yang tak punya apa-apa," kata Smaïl Zidane menyaksikan tempik-sorak bagi anaknya di seantero negeri. "Kini kami dihormati orang Prancis dari segala jenis.
"Tapi justru karena itulah Zidane membawa sebuah pertanyaan bagi Prancis: bisakah logika perbedaan diguncang oleh logika kesetaraan? Bagaimana mungkin "mereka"--yang muslim, yang lain--dianggap sederajat dengan "kita", mayoritas?
Tampak bahwa di sini yang ditekankan bukanlah lupa, melainkan ingatan--dan wajah buruk nasionalisme pun menyeringai.
Setelah kemenangan tim Prancis pada tahun 1998 itu, Jean-Marie Le Pen, pemimpin Front National--yang selalu mencurigai minoritas--akhirnya menerima Zidane dengan catatan: sang bintang adalah "putra Aljazair Prancis". Itulah alasannya kenapa Zainuddin layak diterima di antara "kita": Zizou datang dari keluarga "harki", kata Arab untuk menyebut orang Aljazair yang bertempur di pihak Prancis, sang penjajah, pada masa perang kemerdekaan.
Zainuddin membantah itu: keluarganya bukan pengkhianat. Tapi bisakah ia mendefinisikan diri, ketika dunia privat seseorang diserbu kebencian hitam-putih orang ramai? Oktober 2001, sebuah pertandingan persahabatan dicoba antara tim Prancis dan Aljazair di Stade de France. Pertandingan itu simbolik: kedua negeri itu tak pernah bertemu di lapangan bola sejak perang kemerdekaan Aljazair. Tapi seperti diceritakan Andrew Hussey dalam The Observer, menjelang hari itu Zidane diancam akan dibunuh. Poster dipasang:
"Zidane-Harki". Akhirnya permainan tak selesai. Beberapa anak muda keturunan Arab berseru mengelu-elukan Usamah bin Ladin dan mengutuk Republik Prancis.Demikianlah lupa dan ingatan bisa dibongkar pasang untuk diteriakkan, juga bagi si pemalu yang bersuara lirih itu, Zinedine Zidane.
(Catatan Pinggir Majalah TEMPO, 10 Juli 2006)
Wednesday, July 12, 2006
Cause loneliness is tragical*
When you're lost where do you begin
My heart always seemed to drift from day to day
Looking for the love that never came my way
Then you smiled and I reached out to you
I could tell you were lonely too
One look and then it all began for you and me
The moment that we touched I knew that there would be
Two less lonely people in the world
And it's gonna be fine
Out of all the people in the world
I just can't believe you're mine
In my life where everything was wrong
Something finally went right
Now there's two less lonely people
In the world tonight
Just to think what I might have missed
Looking back how did I exist
I dreamed, still I never thought I'd come this far
But miracles come true, I know 'cause here we are
Two Less Lonely People in The World (Air Supply, 1983)
*backstreetboys
Thursday, June 15, 2006
Panas dan terbakar
Tuhan,hari ini aku membakar diriku
juga kedua anak-anakku
aku yakin,
mungkin kau akan langsung
masukkan aku ke neraka
karena mendahului putusan-Mu
Tuhan,
aku tidak sanggup lagi
anakku tumor otak
anak yang Kau titipkan padaku
betapa sakit hati
ketika kulihat anggaran belanja baju Sutiyoso
ketika kudengar anggaran jalan-jalan anggota DPR
ketika gas dan BBM naik lagi
ketika tampaknya pemerintah baru sama saja
tak ada yang berubah pada bangsa ini
dulu dijajah Belanda, sekarang berpatron Amerika
memuja kapitalisme dan meninggalkan Tuhan
lebih baik begini
menuju-Mu dengan cepat
toh, tak ada yang peduli
C)RDS, Jakarta 24 Desembar 2004
mencoba melihat dari kacamata Jasih (34)ibunda Galang (6) dan Galuh (4)sehari sebelum natal, ketika peduli memang mahal harganya
Aceh, dalam Pinta Titik Debu
Kukirimkan cinta padamuLewat angin sepoi yang bertiup
Kuharap serta dibawanya damai
Untuk kalian yang selamat
dari gempa hebat dan amukan ombak
Kukirimkan kasih padamu
Lewat matahari yang tak hentinya bersinar
Menerangi Meulaboh, Banda Aceh, Lhoksoumawe dan Sigli
Daerah-daerah terparah terterjang air bah
Kupastikan dibawanya semangat
Untuk sukarelawan yang betuh-betul sukarelawan
yang coba salurkan energi positifnya
Bukan artis, elitis, atau siapapun
yang hanya pasang tampang dan mempolitisasi
Kukirimkan hangat untukmu
Lewat bulan yang mencoba terangi malam
Untuk memeluk anak-anak harapan bangsa
Kubawa doa tertulusku
Semoga trauma tak jadi bayang-bayang sejati hidupmu
Semoga kelak kau terkumpulkan lagi bersama orang tuamu
Di sebuah tempat indah yang aku yakin itu ada
Aku yang titik debu
Tak punya bermilyar-milyar untuk membantu
Tak kuasa pergi ke sana karena tertahan waktu
Setidaknya aku punya itu..
Aku punya cinta
Aku berlebih kasih
dan aku berteman baik dengan hangat
Aku yakin Tuhan bukanlah murka
Aku yakin Tuhan tidaklah marah
Dia hanya coba ingatkan engkau
Dia hanya coba ingatkan saudara-saudaramu
Kali ini, lewat guncangan dan debur-debur air
Yang mati bukanlah mati
JanjiNya, mereka akan dinikahkan dengan surga
Dan Dia adalah sebaik-baik pemenuh janji
Tulusku untukmu
Sujudku padaMu
c) RDS, Bandung 17 Januari 2005/07:52am
sekali lagi, untuk Aceh
Wednesday, June 14, 2006
Milik Siapa?
bahagia,apakah mungkin
dia hanya kepunyaan langit?
sehingga tak berhak bumi merasa walau setitik?
apakah mungkin
dia hanya milik surga?
sehingga neraka
memang penuh api dan air mata?
akankah hujan membawanya kembali
lewat rintik dan derasnya?
akankah mentari mengajaknya serta
lewat sinar terik yang silau?
akankah senja emas juga berusaha
mampirkan dia lewat hadirnya yang singkat?
bahagia,
milik siapa?
c)RDS, 07 Februari 2005/10:33pm
tampaknya, memang hanya milik surga
Cintaku Jauh di Pulau
Malam telah datang mengecup mentari untuk takluk dan tenggelam
diawali senja yang disertai jingga dan nila
pada langit yang lambat laun berwarna gelap
Oh angin,tolong sampaikan padanya
bahwa rindu telah membakarku
bahwa cinta telah merenggut sadarku
Bintang,
kumohon..
temani tidurku dan kawani lelapnya
biarkan kami bertemu dalam mimpi
yang kuharap sempurna akhirnya
c) RDS 26 Februari 2006/19:51
Tari Imanjinasi
dimana aku akan menjadi pengantinmu
berkebaya putih bertaburkan melati
selembut sutera membalut tubuh
memandangmu
berdiri tegap
dengan mata lembutmu
dan bau yang khas
akan kau gandeng tanganku
bersama di hadapan Tuhan
dan 1000 malaikatNya
berjanji untuk saling mencinta
dan mencipta waktu
sampai tiba akhirnya kelak
maka, izinkan imajinasiku menari
dan kuletakkan sekelumit harapanku
dengan sisa-sisa cinta dari masa lalu
c)RDS 26 Februari 2006/20:02
Wednesday, May 31, 2006
Tuhan, Hari Ini Aku Jatuh Cinta
Aku mencintaimu, itu sebabnya aku takkan pernah selesai mendoakan keselamatanmu
(Aku Mencintaimu, Sapardi Joko Damono, Kumpulan Puisi Hujan Bulan Juni, 1989)
Tuhan..
Aku rasa.....
Hari ini aku jatuh cinta..
Kau pasti sudah tau dengan siapa
Dan kenapa dia orangnya.
Aku jatuh cinta
Pada sorot mata semangatnya
Yang tak kenal menyerah walau terluka parah
Pada kesederhanaannya
Yang membuatnya bersahaja
Pada hatinya
Yang lembut namun kuat tertempa
Ah, ternyata..
Aku masih bisa jatuh cinta
Kupikir sesaat aku sudah lupa
Bagaimana caranya..
Tuhan..
Terima kasih ya..
Tuesday, May 30, 2006
Gempa, sekali lagi
Indonesia memang rawan gempa. Karena terletak di dua lempang terebut, hal ini membuat Indonesia sebagai salah satu negara yang paling banyak berubah wilayah geologinya di dunia. Pegunungan-pegunungan yang berada di pulau-pulau Indonesia terdiri lebih dari 400 gunung berapi, dimana 100 diantaranya masih aktif. Indonesia mengalami tiga kali getaran dalam sehari, gempa bumi sedikitnya satu kali dalam sehari dan sedikitnya satu kali letusan gunung berapi dalam setahun.
Kita saja yang tidak pernah belajar geografi dengan baik. Menanggap ini hanya sebagai salah satu pelajaran sosial di sekolah yang sepele. Padahal, dari situlah kita bisa waspada bahwa gempa bisa terjadi sewaktu-waktu. Tsunami di Aceh, memang sangat mengerikan. Diawali gempa 8,9 skala Richter yang meluluhlantakan daerah Serambi Mekkah yang mematikan 170.000 orang dan menghilangkan 37.000 jiwa, bencana ini menjadi yang terbesar di dunia beberapa tahun terakhir ini.
Maka, jangan dianggap enteng. Manusia mungkin sudah lupa, bahwa dia tidak pernah bisa menguasai alam. Alam mestinya ditemani, bukan ditaklukkan.
Thursday, May 25, 2006
Are my parents proud of me?
Pertanyaan ini tentu saja pernah terbelesit dan ditanyakan oleh seluruh anak di dunia ini. Minimal bagi mereka yang memang menganggap orang tua adalah bagian penting pada hidupnya. Yap, bagi anak yang menganggap orang tua memang penting, pastilah ingin membuat orang tuanya bangga. Tentu saja dengan banyak cara, bisa dengan prestasi yang hebat di sekolah dan di pekerjaan, menuruti semua yang mereka mau atau membelikan mereka barang mewah atau mungkin mengajaknya keliling dunia. Apapun itu, yang diinginkan adalah orang tuanya dapat berkata, wah saya bangga punya anak seperti kamu.Hm, tapi masalah akan muncul bila ternyata apa yang selama ini kita berikan tidaklah cukup bagi mereka. Juga, bila ternyata permintaan orang tua sangat berbeda dengan kemauan anak. Lantas kemudian, ketika anak memilih jalan hidupnya sendiri, orang tua kadangkala merasa keberatan, lalu marah dan terjadi konflik. Bila hal ini terjadi, anak bisa jadi bertanya kembali, apakah orang tua saya bangga dan bahagia dengan apa yang saya pilih..
Itulah, sangat penting orang tua bangga dan ridho dengan apa yang kita lakukan. Namun seringkali, hal ini menjadi sulit ketika anak memilih jalan yang berbeda dengan apa yang orang tua mau. Misalnya, ketika sang anak bersikeras menikah dengan jodoh pilihannya, atau ketika anak ingin bekerja di daerah yang jauh. Hambatan-hambatan datang. Mana yang harus kita pilih, kesenangan kita atau kesenangan orang tua? Haruskah kita sebagai anak membuat mereka kecewa dan tidak bangga lagi? Hmm...
Bagi saya, sangat penting Romo dan Ibu saya bangga punya anak seperti saya. Walau sering tersandung, puji Tuhan kami masih bisa saling membuat bangga. Saya bangga punya orang tua seperti mereka dan mereka Insya Allah bangga punya anak seperti saya.
Tuesday, April 11, 2006
Sempurna.. Semoga
untuk mencintaimu
mereka harus menjadi aku
karena tidak ada yang bisa tahu
cara sempurna mencintaimu
selain aku
karena tidak ada yang bisa mencintaimu
sekeras kepala cintaku
karena cintaku padamu tidak pernah sederhana
cintaku bukan api yang membara
bukan air yang mengalir
bukan pula angin yang bertiup
dan tidak berbentuk laksana tanah
namun,
cintaku adalah nafas pagi
yang menghembuskan semangat untuk tak pernah berhenti
cintaku adalah sinar mentari
hangat sinarnya namun tidak membakar
cintaku adalah aroma malam
meneduhkan lelah dan memberikan ketenangan
cintaku adalah debur ombak
berkejar-kejar tak kenal waktu
cintaku adalah salju kutub
dingin dan menuju abadi
karena hanya aku yang tahu
bagaimana caranya mencintaimu
dengan sempurna..
c) RDS, Jakarta 050306, 2:40am
Wednesday, January 11, 2006
Biji hitam bernama kopi
Terpujilah yang pertama kali menemukan biji kopi, menggerusnya, memberinya gula dan mencampurnya dengan air panas. Kopi, salah satu minuman terdasyat di dunia, yang membuat ribuan orang kaya dibuatnya. Kopi biasanya diminum di pagi hari di sela-sela sarapan, sehabis makan siang untuk mencuci mulut atau sebagai teman rokok. Kadang, kopi juga dinikmati di sore hari dan malam hari saat hang out bersama teman-teman.Bagi banyak orang, minum kopi sudah menjadi kebutuhan. Seperti layaknya makan, kopi harus dikonsumsi agar bisa hidup. Mungkin memang tidak seekstrim itu, namun sehari tanpa kopi akanlah terasa hambar. Bagi sebagian yang lain, minum kopi adalah bagian dari sosialisasi. Biasanya, orang-orang nongkrong di cafe ditemani segelas kopi untuk melobi orang-orang yang pontesial untuk menjalani bisnis bersama, atau membuat proyek yang menguntungkan.
Sebenarnya, siapa yang pertama kali menemukan biji kopi dan dibuat menjadi minuman? Terdapat beberapa versi dalam sejarah mengenai siapa yang pertama kali menemukan kopi. Kopi diyakini pertama ditemukan di Caffa, Ethiopia. Ketika itu, seorang penggembala domba bernama Kaldi menemukan domba-dombanya menjadi hiperaktif semenjak mengkonsumsi biji-bijian yang ditemukan liar di tanah. Kaldi kemudian mencoba memakannya sendiri dan menemukan bahwa dirinya menjadi lebih bersemangat setelah itu. Penemuan baru ini sempat dilarang oleh para biksu karena biji sumber hiperaktif ini dianggap buah setan. Namun pada akhirnya, mereka mengijinkan karena biji ini membuat mereka tidak mengantuk di kala sedang berdoa.
Alam menakdirkan kopi tumbuh subur di Ethiopia. Selanjutnya, setelah dibawa dan ditanam di semenanjung Arabia dan dilabelkan arabica, jarang orang yang tahu bahwa kopi memanglah asli Afrika. Dahulu, kopi tumbuh subur di daerah Yaman. Suku Galla di Ethiopia sendiri tidak mengkonsumsi kopi sebagai minuman. Mereka menggunakan kopi sebagai makanan di kala kekeringan, dengan membukus biji kopi dengan lemak binatang. Arab dan Turki dicatat sejarah sebagai bangsa pertama yang mengadopsi kopi sebagai minuman. Mereka biasa mencampurnya dengan cengkeh, kayu manis, kapulaga ketika mengolah. Bangsa Arab biasa mengupas bijinya dan mencampurnya dengan air. Bangsa Turki kemudian menemukan cara baru mengolah kopi, yaitu membakarnya dengan api, menghancurkannya dan dicampur dengan air mendidih. Itulah cikal bakal pengolahan kopi yang ada saat ini.
Kopi menyebrang ke daratan Eropa dibawa oleh pedagang-pedagang Venezia. Ada masanya, konsumsi kopi sebagai minuman ditentang gereja. Kopi dikatakan minuman setan yang tidak baik dikonsumsi. Kopi kemudian masuk Amerika pada tahun 1700-an dibawa oleh angkatan bersenjata Perancis.Saat ini, kopi disajikan dalam berbagai bentuk penyajian, misalnya cappucino, esspresso, latte, kopi susu, atau ice blended. Kopi juga dicampur ke dalam makanan, misalnya kue, cookies atau juga muffin.
*dari berbagai sumber
Thursday, December 01, 2005
Dari Ujung Barat Indonesia
Kesampaian juga berkunjung ke daerah paling barat Indonesia. Daerah yang setahun lalu dihempas gempa bumi berkekuatan maha besar dan disapu tsunami dengan kerasnya. Hancur-lebur melanda beberapa kabupaten di Aceh, seperti Meulaboh, Aceh Besar, Aceh Jaya dan tentu saja Banda Aceh.Secara geografis, Aceh memang terletak di antara pegunungan dan samudra. Bukit Barisan yang melintang dari Aceh sampai Lampung, dipadukan dengan samudra Hindia di arah utara dan barat. Aceh juga diapit selat Malaka dari arah timur dan Sumatra Utara dari selatan. Pemandangan pantainya pun tidak kalah cantik dari Bali atau Pantai Selatan Jawa.
Namun,
Dimulai dengan gempa yang diiringi dengan tsunami, Aceh diluluhlantakkan. Gempa dengan kekuatan 8,9 skala Richter selama 15 menit, menghancurkan beberapa kabupaten. Selang 15 menit setelahnya, ketika shock akan gempa belumlah usai, tiba-tiba air bah datang dari laut setinggi hampir dua kali pohon kelapa menghempas apapun yang dilaluinya. Anak-anak kecil yang sedang berlarian dan mengambil ikan di laut adalah korban pertamanya. Langkah-langkah mereka yang kecil tidak kuasa berlomba dengan cepatnya gelombang yang datang bertubi-tubi.
Thursday, October 13, 2005
Apa saja kerja pemerintah?
Apa yang ada di benak SBY ketika jadi menaikkan BBM sampai dengan lebih dari 100% sebelum Ramadhan tiba? Apakah memang disengaja untuk menghindari demonstrasi besar-besaran dan mengambil momentum yang katanya Ramadhan harus dilalui dengan tenang? Bisa jadi. Yang pasti, banyak orang menyayangkan kenapa SBY tidak menunggu sampai awal tahun depan, atau minimal sampai habis lebaran lah. Lebaran, tanpa diembel-embeli dengan naiknya BBM, toh harga-harga sudah mulai melambung. Bila ditambah, entahlah apa jadinya.
Gila juga, ketika minyak tanah yang notabene adalah 'bahan bakar' sehari-hari bagi rakyat miskin naik dari 700 perak ke angka 2000. Itu angka resmi dari pemerintah. Tapi faktanya, di pasar, rakyat mendapatkan minyak tanah dengan harga sampai dengan 3500 per liternya. Hm, bahkan Gas Elpiji yang dikonsumsi orang-orang menengah ke atas pun langka di pasaran. Jikalau ada, harganya bisa sampai 80.000 per tabung. Boker keluar duit?? Dan hebatnya lagi, seorang menteri bermulut harimau pun bilang, jangan pakai gas elpiji bila memang tidak mampu beli. Hm, turun saja Pak, bunuh diri seperti menteri-menteri di Jepang dan biarkan kami menyediakan pisaunya. Tidak punya empati, janganlah jadi menteri!!
Edannya lagi, pemerintah sekarang ini pastilah telah menjadi saksi naiknya BBM di era Soeharto dan yang pasti Megawati. Tapi kenapa tidak pernah belajar untuk meminimalisasi dampak dari naiknya harga BBM tersebut? Kenapa tidak jauh-jauh sebelumnya, pemerintah berusaha mensosialisasikan kenapa BBM harus naik, jalan-jalan ke kampung dan kelurahan untuk melakukan sosialisasi. Lalu, kenapa tidak dipanggil para Pemda agar mempersiapkan dengan baik naiknya harga BBM, dalam hal ini misalnya saja berdiskusi jauh-jauh hari dengan para pengusaha angkot dan bis kota untuk bersama-sama menentukan berapa banyak tarif yang harus dinaikkan? Bangsa ini memang tidak pernah belajar..
Ketika yang miskin tambah miskin, pemerintah tidak berbuat sesuatu yang signifikan. 100.000 subsidi? Untuk apa? Biaya makan? Biaya sekolah? Biaya listrik? Hm, tampaknya ko sedikit sekali. Berkelit di balik harga BBM dunia yang terus naik, memang harga minyak di dalam negeri haruslah ditambah. Namun, jangan salah, negeri ini paling senang korupsi. Jadi, harga minyak boleh naik, namun rakyat tidak pernah mendapat keuntungan apa-apa.
Maka, apakah tidak malu terhadap rakyat yang makin tidak bisa makan? Apakah tidak malu terhadap korban busung lapar?? Hm, tampaknya mungkin tidak. Maka, dengan rendahnya kualitas hidup di Indonesia saat ini, masih bisakah 20 lagi aku menceritakan Indonesia kepada anak-anakku?
Mari sumbangkan uang anda ke Dompet Duafa (BCA no. 2373006343), setidaknya, mereka menyediakan warung murah yang menjual makanan 1000 rupiah dan bis gratis Pulo Gadung-Blok-M. Mari lakukan yang kita bisa, dan menjadi bagian dari solusi. Karena menunggu pemerintah memang tidak pernah ada hasilnya. Salam!
Wednesday, October 05, 2005
Bom, an never ending story
Bom meledak lagi. Kali ini Bali kembali menjadi korbannya. Sudah 2 kali, tampaknya belumlah bosan pengebom itu meledakkan bom-bom di Indonesia. Berbeda dengan ledakan tahun 2003 yang memakai hulu ledak jarak jauh, ledakan kedua ini memakai orang sebagai mortirnya (baca: bom bunuh diri). Hm, semakin seru memang.
Bom-bom ditanam 3 tempat dan meledak di waktu yang hampir bersamaan. Dua di Jimbaran dan 1 di Kute Town Square yang sampai hari ini menewaskan sekitar 22 orang (ada yang bilang 26). Bukan dilihat dari jumlah yang mati, tapi lebih kenapa bom itu diledakkan? Tidak adakah cara lain untuk mengungkapkan ekspresi ketidaksukaan?
Toh Tuhan tidak perlu dibela. Tuhan itu Mahabesar, Mahabisa apa saja. Tidak perlu bantuan manusia untuk menunjukkan kasih, atau menunjukkan murka.
Hm, yang meninggal juga toh rakyat sipil. Mereka pasti berdosa, tapi siapakah yang tidak?
tampaknya, belumlah akan berhenti meledak..
Tuesday, October 04, 2005
IzinMu pintaku
izinkan aku mencintaMu
pada bulan yang Kau bilang
lebih mulia daripada 1000 yang lain
izinkan aku mencanduMu
dengan dosa-dosaku yang setinggi langit
berharap kasihMu dapat meleburnya
izinkan aku mencumbuMu
dalam lirih doa-doaku
lewat tetesan-tetesan air mataku
dalam tawa-tawaku
juga lewat hembus nafasku
izinkan aku
memintaMu menemani kembaraku
Ramadhan kali ini
C)RDS, Jakarta 041005 8.12am
dalam perjalanan menuju kebayoran..
Tuesday, September 27, 2005
Chatting?
Layaknya semua hal yang mempunyai dua sisi mata uang, YM bisa menjadi positif atau negatif. Dalam konteks pekerjaan, misalnya di suatu kantor yang terdiri beberapa orang sampai ribuan orang, YM bisa menjadi alat yang efektif untuk berkomunikasi karena akan menghemat waktu dan bisa dilakukan di sela-sela pekerjaan. Misalnya saja, tidak perlu menelpon ke bagian lain untuk menyampaikan suatu hal, tapi cukup lewat YM sembari bisa mengerjakan hal lainnya di layar komputer.
Juga, untuk beberapa pekerjaan yang berhubungan dengan banyak orang dan perlu memonitor banyak isu, YM adalah cara yang cukup murah untuk berhubungan dengan dunia luar kantor. Misalnya saja, saya tahu ada bom Kuningan setelah mendapat kabar dari seorang teman di bilangan Casablanca sebelum Detik.com menerbitkan kejadiannya. Seperti dalam kasus firma public relations, kadangkala klien dan teman wartawan juga bisa ditemui di YM yang memudahkan kita berdiskusi tanpa perlu menelpon atau bertemu meeting. Bahkan tidak jarang, YM dapat menjadi cara conference yang efektif, apalagi bila ada partisipan yang tinggal di luar negeri.
Maka kenapa YM harus dibann? Berkenaan dengan efektivitas pekerjaan? Ah, kenapa tidak dibuat saja peraturan daripada harus melarang orang-orang berkomunikasi? Bisa jadi setelah ini tagihan telepon semakin banyak :P Hehhe, yah semua hal memang ada konsekuensinya.
Sementara belum dilarang, maka manfaatkan saja.
