Thursday, December 01, 2005

Dari Ujung Barat Indonesia

Kesampaian juga berkunjung ke daerah paling barat Indonesia. Daerah yang setahun lalu dihempas gempa bumi berkekuatan maha besar dan disapu tsunami dengan kerasnya. Hancur-lebur melanda beberapa kabupaten di Aceh, seperti Meulaboh, Aceh Besar, Aceh Jaya dan tentu saja Banda Aceh.

Secara geografis, Aceh memang terletak di antara pegunungan dan samudra. Bukit Barisan yang melintang dari Aceh sampai Lampung, dipadukan dengan samudra Hindia di arah utara dan barat. Aceh juga diapit selat Malaka dari arah timur dan Sumatra Utara dari selatan. Pemandangan pantainya pun tidak kalah cantik dari Bali atau Pantai Selatan Jawa.

Namun,
Dimulai dengan gempa yang diiringi dengan tsunami, Aceh diluluhlantakkan. Gempa dengan kekuatan 8,9 skala Richter selama 15 menit, menghancurkan beberapa kabupaten. Selang 15 menit setelahnya, ketika shock akan gempa belumlah usai, tiba-tiba air bah datang dari laut setinggi hampir dua kali pohon kelapa menghempas apapun yang dilaluinya. Anak-anak kecil yang sedang berlarian dan mengambil ikan di laut adalah korban pertamanya. Langkah-langkah mereka yang kecil tidak kuasa berlomba dengan cepatnya gelombang yang datang bertubi-tubi.

Banda Aceh, Meulaboh, Aceh Jaya, Aceh Barat, Lhoksumawe adalah daerah-daerah yang hancur dihempas mesin penghancur tsunami. Setelah setahun, pembangunan memang mulai dilakukan. Namun masih sekitar 600ribu orang yang masih tinggal di tenda pengungsian, tinggal di bawah seng atau terpal, berteman hujan dan panas. PR pemerintah masihlah banyak.